InfoBalanipa. Com, Majene – Rumah BUMN Majene kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Bekerja sama dengan Pegadaian Cabang Majene, Rumah BUMN menggelar pelatihan bertajuk “Cerdas Investasi Emas & Akses Permodalan Mudah untuk UMKM” pada Kamis (22/1/2026).
Bertempat di kantor Rumah BUMN Majene, kegiatan ini diikuti oleh 15 pelaku UMKM binaan yang antusias memperdalam wawasan mengenai pengelolaan keuangan usaha.
Kolaborasi ini hadir sebagai respons atas kebutuhan UMKM yang tidak hanya memerlukan pengembangan dari sisi produksi dan pemasaran, tetapi juga penguatan fondasi finansial. Dalam pelatihan ini, para peserta diajak memahami pentingnya menyisihkan keuntungan usaha untuk investasi jangka panjang, salah satunya melalui instrumen emas yang dinilai aman (safe haven) dan berkelanjutan. Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada pemaparan teori saja. Para peserta juga diajak melakukan praktik langsung menggunakan aplikasi TRING by Pegadaian, sebuah inovasi yang memudahkan masyarakat bertransaksi emas kapan saja dan di mana saja.
Turut hadir Pimpinan Cabang PT Pegadaian Majene, Ibu Amaliah Sari Abdullah, beserta dengan tim. Musyarrafah selaku Customer Relationship Officer (CRO) Pegadaian Majene, yang bertindak sebagai narasumber utama, memberikan wawasan mendalam mengenai strategi pengelolaan keuangan usaha.
Dalam paparannya, Musyarrafah menekankan fungsi vital emas sebagai instrumen pelindung nilai (hedging). “Emas berfungsi sebagai penjaga nilai mata uang agar tetap relevan, terutama saat terjadi inflasi bahan pokok. Mengingat Pegadaian dijuluki sebagai ‘Bank Emas’, maka berinvestasi di sini sangat aman dan menjadi pilihan utama bagi masyarakat,” ujar Musyarrafah.
Selain investasi, Musyarrafah juga memberikan edukasi penting mengenai “kesehatan” data pribadi. Ia mengingatkan para pelaku UMKM untuk senantiasa menjaga kerahasiaan dan kebersihan data diri, khususnya KTP, agar riwayat keuangan (BI Checking/SLIK OJK) tetap bersih. Hal ini krusial untuk memastikan kelancaran akses perbankan di masa depan salah satunya sebagai prasyarat untuk mendapatkan bantuan permodalan program KUR.
Selain investasi, materi krusial yang dibahas adalah mengenai skema akses permodalan. Pegadaian memberikan sosialisasi mengenai jalur permodalan yang legal, mudah, dan dapat disesuaikan dengan skala kebutuhan masing-masing pelaku usaha, sehingga UMKM dapat terhindar dari jeratan pinjaman ilegal yang merugikan.
Fasilitator Rumah BUMN Majene, Wais, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk mentalitas pelaku usaha yang “melek” finansial.”Melalui pelatihan ini, kami berharap UMKM binaan tidak hanya fokus berjualan, tetapi juga bijak dalam mengelola aset. Dengan memiliki tabungan emas dan akses modal yang sehat, mereka akan memiliki ketahanan finansial yang lebih kuat untuk merencanakan pertumbuhan usaha jangka panjang,” ujar Wais.
Pada pertemuan ini juga Rumah BUMN Majene berdiskusi dengan Pimpinan Cabang Pegadaian Majene Ibu Amaliah Sari Abdullah terkait rencana tindak lanjut dan komitmen kolaborasi bersama dalam menyelaraskan program untuk kepentingan masyarakat terkhusus pelaku UMKM selaku penerima manfaat. Kedepannya akan diadakan kunjungan lapangan secara bersama, serta mendesaian bentuk kegiatan bazar bersama dalam hal ini ruang sosialisasi terbuka sehingga menjangkau penerima manfaat yang lebih luas.Kegiatan ini sejalan dengan visi Rumah BUMN untuk membawa UMKM “Naik Kelas”.
Rumah BUMN Majene sendiri terus membuka pintu bagi para pelaku usaha untuk bergabung menjadi mitra secara gratis. Berbagai fasilitas penunjang telah disiapkan, mulai dari pendampingan intensif, Basecamp Millennial, Co-working Space, ruang rapat, hingga akses internet cepat yang dapat dimanfaatkan untuk operasional digital UMKM.
Dengan adanya sinergi antara Rumah BUMN Majene, BUMN PLN dan Pegadaian, serta pelaku usaha, diharapkan ekosistem kewirausahaan di Majene dapat tumbuh semakin solid dan berdaya saing.








Komentar