Infobalanipa. Com, MAJENE – Komitmen untuk membawa produk lokal ke kancah internasional terus digaungkan. Mendukung tujuan tersebut, Rumah BUMN Majene yang didukung oleh PLN UID Sulselrabar, sukses menggelar kegiatan “Pelatihan UMKM Naik Kelas: Siap Go-Global!” pada Senin (23/2/2026).

Kegiatan dilaksanakan di Rumah BUMN Majene, Jl. Lanto Daeng Pasewang No. 17 Lipu, sebagai tempat berkumpulnya kelompok pelaku UMKM, Rumah BUMN Majene terus membuka akses pemanfaatan fasilitas dengan terus-terusan mengajak masyarakat pelaku usaha bergabung melalui program-program pelatihan dan pendampingan.

Kegiatan pelatihan ekspor ini dimulai pukul 16.00 WITA, menghadirkan sosok praktisi eksportir muda yang berpengalaman di bidangnya, yakni Adelia Dwi Puspita, Founder UMKM Litani Abadi Nusantara. Adelia-Litani telah lama menjadi mitra UMKM Rumah BUMN PLN Majene, termasuk UMKM Unggulan dan menjadi contoh sukses bagi mitra UMKM lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh 24 Peserta, dan ada beberapa UMKM yang berfokus siap menargetkan perluasan pasar untuk pengiriman luar negeri, diantaranya UMKM yang bergrak dibidang makanan dan minuman, seperti produk kerupuk bawang, komoditi garam, kopi dan berbagai olahan pangan lokal lainnya.

Dalam sesi pelatihan ini, Adelia mengupas tuntas cara menjadi eksportir, dan mendorong UMKM untuk mulai melakukan perluasan pasar ke luar negeri. Adelia membagikan strategi, wawasan, serta langkah-langkah taktis yang harus dipersiapkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar produk mereka memenuhi standar ekspor dan mampu bersaing di pasar global. Materi difokuskan pada penguatan pola pikir (mindset) bisnis, peningkatan kualitas produk, hingga strategi menembus rantai pasok internasional.

Ada beberapa tips yang menjadi catatan dalam penyampaian materi, diantaranya sangat mudah melakukan ekspor cukup dengan mengantongi NIB dan NPWP kita sudah mulai bisa melakukannya. Untuk pemenuhan berkas lainnya yang selama ini dipandang sulit, itu tergantung aturan negara dan perusahaan tujuan masing-masing. Yang pemenuhannya akan dibantu oleh Forwarder atau Mitra Perusahaan (Undername). Jadi langkah awal adalah menentukan pasar atau mencari perusahaan pembeli. Sebenarnya ada begitu banyak istilah dan pelajaran yang perlu dipersiapkan untuk melakukan ekspor, untuk itu Adelia berkomitmen siap menjadi mentor membersamai proses teman-teman UMKM dalam memulai usaha ini agar tetap terarah dan aman selama melakukan ekspor barang untuk pertamakali.

BACA JUGA:  Bejat! Ayah Hamili Anak Kandungnya Sendiri, KAMMI Desak Reformasi Perlindungan Anak Majene

Fasilitator Rumah BUMN Majene menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen lembaga dalam mendampingi pelaku usaha lokal. “Membawa UMKM untuk go global bukan sekadar angan-angan, tetapi sebuah target yang bisa dicapai dengan persiapan matang. Melalui pelatihan ini, kami memfasilitasi UMKM Majene untuk memahami standar internasional, sehingga mereka tidak hanya fokus pada pasar lokal, tetapi juga siap melakukan ekspansi ke luar negeri”. Kedepannya, akan dijaring beberapa UMKM yang siap melakukan ekspor untuk terus bisa difasilitasi dan didampingi oleh rekan-rekan praktisi.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang terbangun selama pemaparan materi. Para pelaku UMKM secara aktif menggali informasi mengenai standarisasi kualitas, perizinan, hingga strategi branding yang tepat untuk audiens internasional. Terutama banyak pertanyaan terkait cara mencari perusahaan dan menetukan target pasar luar negeri yang potensial.

Kedepannya, Rumah BUMN Majene akan terus merancang program-program inkubasi dan pelatihan lanjutan secara berkesinambungan. Harapannya, dari Majene akan lahir eksportir-eksportir baru yang mampu membawa nama baik daerah dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi nasional.Dengan adanya pelatihan rutin seperti ini, Rumah BUMN Majene berharap para pelaku UMKM di Majene benar-benar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.Fasilitas Gratis untuk Pengembangan UMKMSelain menggelar pelatihan, Rumah BUMN Majene juga terus membuka pintu bagi para pelaku usaha di Majene untuk bergabung menjadi mitra binaan.

Pihak pengelola menegaskan bahwa pendaftaran mitra bersifat gratis dengan berbagai fasilitas penunjang bisnis yang mumpuni.Mitra yang bergabung akan mendapatkan akses ke berbagai fasilitas, antara lain pendampingan intensif UMKM, Basecamp Millennial, Co-working Space yang nyaman, hingga ruang rapat yang dapat digunakan untuk kebutuhan bisnis.”Rumah BUMN Majene hadir sebagai hub atau pusat berkumpulnya ide dan kreativitas. Kami mengajak seluruh UMKM di Majene untuk naik kelas bersama kami,” tutup Wais dalam sesi diskusinya.Bagi masyarakat atau pelaku UMKM yang ingin bergabung, dapat langsung mengunjungi Rumah BUMN Majene atau mengakses informasi terbaru melalui akun media sosial.

BACA JUGA:  Sekretariat DPRD Sulbar Terima Kunjungan DPRD Pinrang: Bahas Penguatan Fungsi Pengawasan Keuangan Daerah

Komentar