KOMITMEN YANG RETAK : POTRET ASRAMA YANG RUSAK DAN JANJI YANG DIINGKARI Makassar – Asrama Ma

Infobalanipa. Com, Makassar – Asrama Mahasiswa Muhammad Zubaer Polewali Mandar yang ada di Makassar mengalami kerusakan yang cukup parah, beberapa kamar sudah tidak berfungsi akibat kerusakan atap dan kerap kali terjadi kebocoran saat musim hujan.

Di sisi lain, pemerintah yang harusnya memperhatikan kemajuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia salah satunya melalui Pendidikan justru malah mengabaikan laporan dan keluhan dari penghuni asrama.

Mumit Al-Ghony, selaku ketua asrama menyampaikan keluhan yang dialami terkait kondisi asrama saat ini.Ia menganggap bahwa rasa aman adalah kebutuhan dasar dalam proses belajar, namun bagaimana mungkin fokus itu tercipta jika setiap hujan menghadirkan kekhawatiran bahkan potensi risiko keselamatan.

“ saya rasa, setiap penghuni asrama seharusnya bisa menjalani proses belajar dengan rasa aman, sehingga bisa fokus pada kuliah, penilitian dan pengembangan diri. Namun, jika seperti ini kami selalu merasa waspada setiap hujan turun karna dapat merusak barang dan seriusnya lagi dapat mengancam keselamatan” tutur Ghony.

Tak hanya itu, Ghony juga menyampaikan permintaan sederhana terhadap Pemerintah Daerah. “ Pemerintah daerah Polewali Mandar seharusnya menjamin kelayakan fasilitas Pendidikan sesuai dengan amanat Undang- Undang Dasar 1945 Pasal 31 yang menyebutkan agar menjamin hak warga negara atas pendidikan. Nah, dalam hal ini UU sistem Pendidikan Nasional mewajibkan pemerintah menjamin sarana dan prasarana yang mendukung Pendidikan.

“ Kami tidak meminta fasilitas berlebihan, tapi kami hanya meminta tempat tinggal yang layak dan aman, dan ini tentunya merupakan permintaan yang sangat mendasar untuk sebuah bangunan yang membawa nama pemerintah daerah” tegasnya.

Terakhir ia juga mempertanyakan tentang kinerja pembangunan pemerintah dalam menjalankan mutu Pendidikan.“ jika hari ini pemerintah tidak mampu memastikan fasilitas Pendidikan yang aman dan layak, maka wajar publik mempertanyakan arah kebijakan pembangunan, apakah kemajuan hanya diukur dari proyek besar dan angka statistik ? sementara kebutuhan mahasiswa dibiarkan” tutup Ghony.

BACA JUGA:  Pejabat Sulbar Dilatih Kepemimpinan Berbasis Akademik di Unsulbar

Komentar