KAHMI Sulbar dan HMI Manakarra Gelar Hearing Dialog Bersama Ketua Komisi I DPRD Sulbar, Bahas Peran Alumni bagi Kader

Infobalanipa. Com, MAMUJU – Hearing dialog Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat dirangkaikan dengan buka puasa bersama Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Barat dan HMI Manakarra, Senin, 9 maret 2026.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran buku berjudul Dinamika Pemikiran Aktivis HMI Manakarra Dari Masa ke Masa yang menghimpun gagasan para aktivis HMI lintas generasi.

Koordinator Presidium MW KAHMI Sulbar, Syamsul Samad, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antara alumni dan kader HMI.

“Tentu yang pertama adalah kita ingin menguatkan silaturahmi antara senior dan junior, kalau istilah kita lebih sering disebut antara KAHMI dan HMI,” kata Syamsul Samad.

Syamsul Samad yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Sulbar berharap para alumni dapat menjadi sosok “kanda yang tepat” bagi kader-kader HMI dalam melanjutkan proses kaderisasi dan pengabdian.

“Doa saya hari ini semoga saya bisa menjadi kanda yang tepat. Saya sendiri belum bisa merumuskan apa variabel kanda yang tepat itu, apa kriteria atau syarat yang harus dipenuhi agar bisa menjadi kanda yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, para alumni yang kini tergabung dalam KAHMI pernah melalui proses panjang saat menjadi kader HMI. Mulai dari basic training hingga jenjang pengkaderan formal seperti LK1, LK2 hingga LK3. Selain itu, kader HMI juga menjalani proses struktural organisasi mulai dari tingkat komisariat, cabang, hingga pengurus besar.

“Dua proses ini terintegrasi dalam perjalanan di HMI yang membuat kita tidak kaku menghadapi ruang-ruang pengabdian setelah menjadi alumni,” jelas Syamsul Samad.

Dalam kesempatan itu, Syamsul juga mengapresiasi terbitnya buku Dinamika Pemikiran Aktivis HMI Manakarra Dari Masa ke Masa. Ia menilai buku tersebut penting sebagai dokumentasi pemikiran kader HMI lintas generasi.

BACA JUGA:  Aksi Pencurian Kabel Terekam CCTV, Pelaku Sempat Kepergok Pemilik Rumah

Ia menyampaikan terima kasih kepada Adi Riadi dan sejumlah pihak yang telah mengonsolidasikan berbagai gagasan tersebut hingga dapat diterbitkan menjadi sebuah buku.

“Saya berterima kasih kepada sosok Adi Riadi dan beberapa yang lain yang mengonsolidasikan buah-buah pikiran ini sehingga bisa dirumuskan dalam bentuk buku,” katanya.

Menurut Syamsul Samad, tanpa upaya konsolidasi dan wawancara terhadap berbagai tokoh, gagasan para aktivis HMI Manakarra tidak akan mudah dihimpun dalam satu karya tertulis.

“Repot juga kalau tidak diwawancarai, ini tidak mungkin lahir dalam satu buku. Jadi kita berterima kasih ada senior yang mengurus hal seperti ini,” tutur Syamsul Samad.

Komentar