Infobalanipa. Com, MAJENE — Sulawesi Barat termasuk Majene adalah daerah dengan resiko bencana yang cukup tinggi, hal ini dikarenakan daerah kita termasuk dalam zona merah ring of fire. Bencana alam, khususnya gempa bumi, merupakan potensi risiko yang harus selalu diwaspadai di wilayah Kabupaten Majene. Untuk itu selaku warga Majene termasuk pelaku UMKM, menyadari kesiapsiagaan adalah hal yang penting, sehingga Rumah BUMN Majene menyelenggarakan edukasi bertajuk “Mitigasi Bencana: Peran dan Urgensi UMKM dalam Membangun Ketahanan Bencana Daerah”.
Kegiatan yang digelar pada Jumat, 24 April 2026, bertempat di fasilitas Rumah BUMN Majene, Jl. Lanto Daeng Pasewang No. 17 Lipu ini, menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, yakni Mas’ud, S.T., M.T., selaku Sekretaris. Kegiatan ini di ikuti oleh 18 peserta UMKM. Kegiatan ini merupakan upaya rutin Rumah BUMN Majene untuk penanggulangan bencana dalam bentuk edukasi mitigasi bencana yang dilaksanakan persemester.
Dalam pemaparannya, Pak Mas’ud menekankan bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya sekadar tulang punggung perekonomian, tetapi juga memiliki peran krusial dalam rantai ketahanan bencana daerah. Perannya dalam melakukan pencegahan dengan menyebarluaskan informasi edukatif, serta perannya dalam tanggap bencana dalam membentuk komunitas tanggap bencana dan keterlibatan dalam pemulihan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan UMKM.
Pada kegiatan ini edukasi yang diberikan secara spesifik difokuskan pada langkah-langkah preventif, desain tata ruang fasilitas usaha serta mengenali potensi bahaya, cara mengamankan aset dan dokumen penting usaha, serta prosedur penanggulangan dan evakuasi mandiri ketika terjadi gempa bumi maupun potensi bencana lainnya di Majene. Pada kesempatan ini, Pak Mas’ud lebih banyak membahas potensi bencana gempa bumi serta penanggulangannya, mengingat potensi bahaya yang sedang ramai dibahas terkait sesar patahan Palu-Koro yang ramai di media sosial.
Selain gempa bumi, di Majene banyak juga potensi bencana lain seperti tsunami atau yang dikenal dengan istilah lembong tallu, banjir, longsor, karhutla, angin putting beliung dan abrasi Pantai.”UMKM sering kali menjadi sektor yang cukup rentan dan sangat terdampak saat bencana terjadi. Oleh karena itu, pemahaman tentang mitigasi bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan sebuah kebutuhan dasar agar para pelaku usaha dapat menekan risiko kerugian, melindungi diri, serta mempercepat pemulihan pasca-bencana,” jelas Mas’ud di hadapan para peserta.
Kegiatan edukasi ini menjadi langkah pembinaan yang sangat esensial dari Rumah BUMN Majene. Jika biasanya pelatihan berfokus pada pemasaran, legalitas, atau manajerial keuangan, kali ini perlindungan jiwa dan aset usaha menjadi sorotan utama.Wais, selaku koordinator Rumah BUMN Majene, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap keberlangsungan dan keamanan usaha para pelaku UMKM lokal di tengah kondisi geografis Majene yang memiliki kerawanan bencana.”Kita tentu ingin UMKM kita terus berinovasi dan ‘naik kelas’. Namun, fondasi dari semua itu adalah keselamatan dan kesiapan mental para pelakunya. Melalui edukasi ini, kami berharap teman-teman UMKM memiliki ketahanan ekstra dan kesigapan dalam menghadapi situasi tak terduga. Ini adalah bagian dari upaya pemberdayaan yang utuh dan komprehensif,” tuturnya.
Dukungan penuh dari PLN dalam acara ini semakin mengukuhkan sinergi strategis antar lembaga dalam memberikan perlindungan, dampak sosial, dan upaya membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Majene.Bagi masyarakat maupun pelaku UMKM yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelatihan atau program pemberdayaan lainnya, dapat mengunjungi saluran informasi resmi Rumah BUMN Majene melalui Instagram dan Facebook di @rumahbumnmajene, menghubungi layanan WhatsApp di 085397230117, atau mengakses situs web resmi di www.rumah_bumn.id.
Fasilitas Gratis untuk Pengembangan UMKMUntuk dapat mengakses kegiatan pelatihan serupa, Rumah BUMN Majene terus membuka pintu bagi para pelaku usaha di Majene untuk bergabung menjadi mitra binaan. Pihak pengelola menegaskan bahwa pendaftaran mitra bersifat gratis dengan berbagai fasilitas penunjang bisnis. Mitra yang bergabung akan mendapatkan akses ke berbagai fasilitas, antara lain pendampingan intensif UMKM, Basecamp Millennial, Co-working Space yang nyaman, hingga ruang rapat yang dapat digunakan untuk kebutuhan bisnis.
Rumah BUMN Majene hadir sebagai hub atau pusat berkumpulnya ide dan kreativitas. Rumah BUMN mengajak seluruh UMKM di Majene untuk naik kelas bersama-sama. Bagi masyarakat atau pelaku UMKM yang ingin bergabung, dapat langsung mengunjungi Rumah BUMN Majene atau mengakses informasi terbaru melalui akun media sosial.








Komentar