Dorong Keberlanjutan Sosial UMKM Sulbar, Rumah BUMN Majene Hadiri FGD Riset Kolaborasi Unsulbar–Unhas

InfoBalanipa. Com, Majene – 10 Agustus 2026

Rumah BUMN PLN Majene menunjukkan komitmen aktifnya dalam mendukung penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Barat. Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi yang mengusung tema “Social Sustainability UMKM Sulawesi Barat dalam Bingkai Hybrid Governance: Model Tata Kelola Kolaboratif Berbasis Stakeholder Ekosistem”.

Kegiatan riset strategis ini digagas oleh Tim Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang diketuai oleh Abdul Galib, S.E., M.Si., serta menghadirkan mitra panelis dari Universitas Hasanuddin (Unhas) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Syamsuddin, S.E., M.Si., Ak., CA., C.R.P. 

Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Unsulbar, Dr. Nur Fitriayu Mandasari, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, pihak rektorat mengapresiasi kolaborasi lintas perguruan tinggi dan instansi ini sebagai langkah nyata akademisi dalam memberikan solusi atas tantangan pembangunan ekonomi daerah. 

Mendorong UMKM dari Eco-Adaptor Menjadi Eco-Entrepreneur 

Mengawali sesi diskusi, Abdul Galib memaparkan tesis penelitiannya mengenai pentingnya menjaga keseimbangan tiga pilar utama keberlanjutan UMKM: ekonomilingkungan, dan sosial

Dalam pilar lingkungan, Galib menekankan agar para pelaku usaha tidak hanya pasif merespons perubahan, tetapi aktif melakukan mitigasi. 

Pelaku UMKM diharapkan tidak hanya berhenti sebagai ‘Eco-Adaptor’, tetapi mulai bertransformasi menjadi ‘Eco-Entrepreneur’, bahkan melahirkan inovasi hijau yang menjadi solusi atas persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi,” tegas Galib. 

Potret Ketenagakerjaan dan Realitas Keberlanjutan Sosial 

Sesi diskusi memanas saat membahas pilar keberlanjutan sosial (social sustainability). Galib menyoroti sejumlah isu krusial seperti kesetaraan gender, inklusi sosial, penguatan kapasitas SDM, hingga kelayakan upah tenaga kerja UMKM di Sulbar. 

Ia membandingkan standar garis kemiskinan daerah (Rp510.846) dengan rata-rata konsumsi masyarakat Sulawesi Barat yang mencapai Rp1.069.314. Data tersebut sejalan dengan fakta lapangan yang disampaikan oleh pihak Dinas Koperasi dan UMKM Perdagangan dan Industri (Kopdagrin) Provinsi Sulawesi Barat. 

Kabid Koperasi & UMKM Dinas Kopdagrin Sulbar mengungkapkan kondisi ketenagakerjaan sektor UMKM yang cukup memprihatinkan. Meskipun sektor ini menyerap tenaga kerja terbesar di Sulbar, sekitar 80% pekerja UMKM merupakan anggota keluarga sendiri yang tidak menerima upah layak secara profesional

Selain isu pengupahan, pihak Dinas juga mengakui tantangan dalam distribusi informasi program. Berbagai program pemberdayaan telah dijalankan pemerintah provinsi, namun sosialisasinya belum menjangkau seluruh pegiat UMKM secara merata sehingga manfaatnya belum dirasakan secara optimal. 

Dari temuan tersebut, Galib menyimpulkan tiga akar masalah utama:

  1.Rendahnya kesadaran pelaku UMKM terhadap aspek keberlanjutan sosial. 

2.Belum optimalnya peran kolaboratif antar-pemangku kepentingan (stakeholders).

3.Minimnya partisipasi komunitas UMKM dalam proses pengambilan kebijakan. 

Solusi Hybrid Governance dan Peran Rumah BUMN 

Sebagai jalan keluar, penelitian ini menyodorkan gagasan Hybrid Governance, yaitu model tata kelola kolaboratif yang mengintegrasikan peran pemerintah, akademisi, korporasi/BUMN, komunitas, dan media untuk mendorong keberlanjutan sosial UMKM Sulbar. 

Kehadiran Rumah BUMN PLN Majene, Dinas Kopdagrin Prov. Sulbar, Pembina UMKM Desa Laliko,  sertaberbagai mitra pelaku UMKM dalam FGD ini menjadi bukti nyata dimulainya konsolidasi ekosistem tersebut. 

Sebagai wadah pembinaan, Rumah BUMN Majene siap mengambil peran strategis sebagai jembatan kolaborasi (hub) untuk mempercepat sosialisasi program pemerintah, meningkatkan literasi keberlanjutan, serta memperkuat kapasitas SDM UMKM binaan di Sulawesi Barat. 

Fasilitas Gratis untuk Pengembangan UMKM 

Untuk dapat mengakses kegiatan pendampingan dan pelatihan, Rumah BUMN Majene terus membuka pintu bagi para pelaku usaha di Majene untuk bergabung menjadi mitra binaan. Pihak pengelola menegaskan bahwa pendaftaran mitra bersifat gratis dengan berbagai fasilitas penunjang bisnis. Mitra yang bergabung akan mendapatkan akses ke berbagai fasilitas, antara lain pendampingan intensif UMKM, Basecamp MillennialCo-working Space yang nyaman, pemenuhan administrasi perizinan dan sertifikasi nasional, akses ke permodalan serta bantuan promosi dan perluasan pasar seperti fasilitasi akases pameran. 

Rumah BUMN Majene hadir sebagai hub atau pusat berkumpulnya ide dan kreativitas. Rumah BUMN mengajak seluruh UMKM di Majene untuk naik kelas bersama-sama. Bagi masyarakat atau pelaku UMKM yang ingin bergabung, dapat langsung mengunjungi Rumah BUMN Majene atau mengakses informasi terbaru dan menghubungi Fasilitator melalui akun media sosial. 

Layanan Informasi Rumah BUMN Majene 

Bagi masyarakat maupun pelaku UMKM yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kegiatan seperti pelatihan atau program pemberdayaan lainnya, dapat mengunjungi saluran informasi resmi Rumah BUMN Majene melalui: 

Instagram & Facebook: @rumahbumnmajene 

WhatsApp: 085397230117 

Website Resmi: www.rumah_bumn.id 

BACA JUGA:  Bejat! Ayah Hamili Anak Kandungnya Sendiri, KAMMI Desak Reformasi Perlindungan Anak Majene

Komentar