MAJENE, 17 Juli 2026 — Rumah BUMN Majene kembali menyelenggarakan program pemberdayaan melalui kegiatan millennial dan pelatihan bertajuk “Local Genius to Global Market: Strategi Membangun Ekosistem Pariwisata dan Ekraf Berbasis Budaya Daerah”. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 14.00 WITA di Rumah BUMN Majene, Jl. Lanto Daeng Pasewang No. 17 Lipu, ini menghadirkan narasumber utama Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene, Muh. Afiat Mulwan, ST., MT.
Pelatihan ini tidak hanya menjadi wadah transfer ilmu, tetapi juga menjadi langkah strategis baru dalam menjalin kerja sama kelembagaan. Tujuannya adalah untuk memajukan perekonomian daerah melalui pintu pariwisata dan pelestarian kekayaan budaya lokal Mandar yang direpresentasikan lewat produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam paparannya, Muh. Afiat Mulwan mengapresiasi dan mengaku sangat menyukai tema pelatihan yang mengangkat Local Genius atau kearifan lokal. Ia mengajak para pelaku usaha dan generasi milenial Majene untuk memiliki mindset atau pola pikir yang visioner, mengibaratkan kesuksesan Korea Selatan yang berhasil menjadikan budaya lokal mereka sebagai tren global yang sangat diminati pasar dunia.
“Pariwisata dan UMKM adalah satu ekosistem yang berkesinambungan. Kemajuan pariwisata adalah pergerakan ekonomi. Tren pariwisata masa kini telah bergeser; wisatawan tidak lagi sekadar mengejar kemewahan dan keindahan alam, tetapi lebih berfokus pada nilai pengalaman atau experience dari sebuah perjalanan,” ungkap Afiat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Majene memiliki potensi pariwisata dan budaya yang sangat besar. Potensi otentik ini perlu diekstraksi dan dituangkan secara kreatif ke dalam produk-produk ekonomi kreatif (ekraf) yang berkualitas—mulai dari kuliner, kriya, hingga desain kemasan yang memiliki identitas kuat. Produk-produk turunan ini kemudian diwajibkan untuk beradaptasi dan dipromosikan secara masif melalui ekosistem pasar digital.
Afiat juga menggarisbawahi bahwa pergerakan pariwisata dan UMKM tidak bisa berjuang sendirian. Pembangunan ekosistem yang solid ini mutlak membutuhkan kolaborasi lintas sektor secara utuh, termasuk pelibatan aktif dari pihak media dan instansi perguruan tinggi.
Melalui sinergi lintas instansi dan kegiatan pelatihan yang berkelanjutan ini, Rumah BUMN Majene berharap dapat terus memfasilitasi para pelaku usaha untuk menerjemahkan nilai-nilai kearifan lokal menjadi komoditas unggulan yang bernilai jual tinggi, beridentitas kuat, dan siap menembus kancah global.
Pak Afiat menyampaikan materinya dengan gaya bercerita yang mengalir, banyak kisah perjuangan dan budaya lokal yang dituturkan sehingga menarik perhatian peserta. Dedikasi Pak Afiat dilapangan memang sudah tidak dipungkiri lagi, beliau seringkali terlihat memonitori berbagai event kebudayaan daerah sehingga tidak salah jika beliau bercerita banyak terkait topik ini.
Forum berjalan baik, peserta yang hadir turut aktif mengajukan pertanyaan dan pendapatnya terkait Pemajuan Kebudayaan, Pariwisata & Kemandirian UMKM. Diskusi berjalan menarik mulai dari pertanyaan peta pembangunan jalan kebudayaan berkelanjutan jangka panjang, bagaimana peran pemuda dan kampus dalam pembangunan ekosistem pariwisata serta usulan pelibatan produk UMKM berkarakter budaya mandar dalam ruang festival dan pameran.
Pak Afiat menyambut baik semua tanggapan yang masuk, terkait program kebudayaan seperti festival itu baginya punya dampak manfaat yang bergulir baik langsung ataupun tidak langsung terhadap edukasi budaya, baginya perguruan tinggi harus mengambil peran riset pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat pelaku UMKM, serta beliua berjanji akan mempertimbangkan untuk menyediakan tenant khusus produk-produk khas tradisional di kegiatan-kegiatan festival dan pameran.
Melalui sinergi lintas instansi dan kegiatan pelatihan yang berkelanjutan ini, Rumah BUMN Majene berharap dapat terus memfasilitasi para pelaku usaha untuk menerjemahkan nilai-nilai kearifan lokal menjadi komoditas unggulan yang bernilai jual tinggi, beridentitas kuat, dan siap menembus kancah global.
Fasilitas Gratis untuk Pengembangan UMKM
Untuk dapat mengakses kegiatan pendampingan dan pelatihan, Rumah BUMN Majene terus membuka pintu bagi para pelaku usaha di Majene untuk bergabung menjadi mitra binaan. Pihak pengelola menegaskan bahwa pendaftaran mitra bersifat gratis dengan berbagai fasilitas penunjang bisnis. Mitra yang bergabung akan mendapatkan akses ke berbagai fasilitas, antara lain pendampingan intensif UMKM, Basecamp Millennial, Co-working Space yang nyaman, pemenuhan administrasi perizinan dan sertifikasi nasional, akses ke permodalan serta bantuan promosi dan perluasan pasar seperti fasilitasi akases pameran.
Rumah BUMN Majene hadir sebagai hub atau pusat berkumpulnya ide dan kreativitas. Rumah BUMN mengajak seluruh UMKM di Majene untuk naik kelas bersama-sama. Bagi masyarakat atau pelaku UMKM yang ingin bergabung, dapat langsung mengunjungi Rumah BUMN Majene atau mengakses informasi terbaru dan menghubungi Fasilitator melalui akun media sosial.
Layanan Informasi Rumah BUMN Majene
Bagi masyarakat maupun pelaku UMKM yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kegiatan seperti pelatihan atau program pemberdayaan lainnya, dapat mengunjungi saluran informasi resmi Rumah BUMN Majene melalui:
Instagram & Facebook: @rumahbumnmajene
WhatsApp: 085397230117
Website Resmi: www.rumah_bumn.id







Komentar