InfoBalanipa. Com, POLEWALI MANDAR — Dosen Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) dan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berkolaborasi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat Pemula (PMP) di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2023 tersebut menyasar Kelompok Tani Siarioi Desa Buku. Dalam kegiatan ini, tim memberikan pelatihan pembuatan briket berbahan dasar arang tempurung kelapa sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dari limbah hasil pengolahan kelapa.
Tim pengabdian terdiri dari Satriani, SP., MP. dan Dr. Mardjani Aliyah dari Unasman serta Dahniar, SP., M.Si. dari Unsulbar. Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa, yakni Sarah dan Amri.Ketua tim PMP, Satriani, mengatakan Kelompok Tani Siarioi selama ini sebagian besar anggotanya menggeluti usaha pengolahan minyak kelapa dan kopra putih.
Dari kegiatan tersebut, limbah tempurung kelapa kemudian dimanfaatkan menjadi arang.Menurutnya, pemanfaatan tempurung kelapa menjadi arang sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang cukup besar jika dikembangkan menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, salah satunya briket.
Namun, dalam pengembangan usaha tersebut, kelompok masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam aspek manajemen produksi dan pemasaran.“Permasalahan yang dialami kelompok tani adalah dalam aspek manajemen produksi dan manajemen pemasaran,” ujar Satriani.
Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian memberikan solusi melalui pelatihan dan pendampingan kepada anggota kelompok. Pelatihan tidak hanya berfokus pada proses pembuatan briket, tetapi juga mencakup pengelolaan produksi dan strategi pemasaran produk.Pada kegiatan praktik, anggota kelompok diperkenalkan dengan sejumlah tahapan pembuatan briket, mulai dari proses pembakaran tempurung menjadi arang, penghalusan arang, pengayakan, pencetakan hingga pengemasan.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, tim PMP juga menyerahkan bantuan sejumlah peralatan kepada Kelompok Tani Siarioi. Peralatan tersebut berupa mesin cetak briket, mesin penghalus arang dan mesin ayakan.Bantuan peralatan tersebut diharapkan dapat mempermudah proses produksi sekaligus meningkatkan kuantitas dan kualitas briket yang dihasilkan oleh kelompok.
Selain aspek produksi, tim juga memberikan pemahaman mengenai pemasaran. Mitra diberikan wawasan tentang pentingnya promosi dan distribusi produk agar briket yang dihasilkan tidak hanya diproduksi untuk kebutuhan sendiri, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk usaha yang memiliki pasar.
Satriani menjelaskan, pengembangan produk briket dari arang tempurung juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan limbah kelapa yang selama ini dihasilkan dari aktivitas usaha masyarakat.Dengan adanya keterampilan, peralatan produksi dan pengetahuan pemasaran, kelompok diharapkan mampu mengembangkan usaha secara lebih mandiri dan berkelanjutan.“Kami berharap kegiatan ini mampu memfasilitasi perkembangan usaha mitra dan selanjutnya dapat memberikan multiplier effect bagi usaha sejenis,” kata Satriani.
Kolaborasi dosen Unasman dan Unsulbar melalui program PMP ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan dan pengembangan usaha. Dengan demikian, pemanfaatan arang tempurung kelapa dapat menjadi peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil usaha masyarakat Desa Buku.







Komentar