Infobalanipa. Com, MAJENE — Rumah BUMN Majene sukses menggelar pelatihan praktik bertajuk “Pelatihan Penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM): Dari Keterampilan Menjadi Peluang – Penguatan Kompetensi melalui Wastra dan Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal”. Pelatihan intensif ini berlangsung selama lima hari penuh, mulai 29 Agustus hingga 2 September 2026, bertempat di Rumah Tenun Wangi, Desa Mombi, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, dengan menghadirkan narasumber ahli tenun, Sitti Nur dan Ibu Husna yang keduanya telah lama menggunakan ATBM.

Kegiatan ini lahir dari kegelisahan nyata yang dialami oleh Rezki Amaliah, S.M., owner UMKM Wangi sekaligus penggagas program Sekolah Menenun. Rumah Tenun Wangi sebelumnya telah memiliki 2 unit ATBM yang didatangkan langsung dari sentra tenun Sengkang, Sulawesi Selatan. Namun, ATBM tersebut belum pernah dioperasikan karena ketiadaan keterampilan teknis dalam penggunaannya.

Di sisi lain, UMKM Wangi kerap menghadapi kendala keterbatasan kapasitas produksi di tengah tingginya permintaan pasar akan pesanan kain wastra dalam jumlah besar yang menuntut konsistensi serta keseragaman kualitas. Berangkat dari kebutuhan mendesak tersebut, Rezki berinisiatif menggerakkan pelatihan ini dengan menggandeng Rumah BUMN Majene agar aset alat yang ada dapat beroperasi optimal demi memberdayakan ekosistem penenun di sekitarnya.

Antusiasme Lintas Generasi: Merawat Tradisi Lewat Regenerasi

Pelatihan ini mencuri perhatian karena melibatkan partisipasi aktif dari ragam kelompok usia. Ruang produksi Rumah Tenun Wangi dipadati oleh sinergi lintas generasi, mulai dari ibu-ibu kelompok penenun tradisional Desa Mombi yang telah berpengalaman dengan alat gedongan, kalangan muda-mudi yang tergabung dalam tim produksi UMKM Wangi, hingga pelajar sekolah yang antusias belajar sebagai penenun pemula.

Kombinasi peserta ini membuktikan bahwa minat terhadap kriya tenun tidak lagi terbatas pada generasi tua, melainkan mulai bersemi di kalangan anak muda berkat pendekatan yang lebih modern dan prospektif secara ekonomi.

BACA JUGA:  Pemprov Sulbar Perkuat Sinergi dan Keselarasan Program Melalui Rapat Koordinasi

Perbedaan Signifikan Gedongan dan ATBM

Pengenalan ATBM diarahkan untuk melengkapi sistem tenun tradisional gedongan yang telah mengakar, menghadirkan lompatan efisiensi bagi perajin:

a. Kapasitas dan Kecepatan Produksi: Pada alat gedongan, penenun duduk di lantai dengan sandaran punggung penahan benang sehingga gerak terbatas dan selembar kain sarung dapat memakan waktu berhari-hari. Sebaliknya, ATBM digerakkan menggunakan kombinasi injakan pedal kaki dan luncuran teropong, mampu memangkas waktu kerja serta melipatgandakan output harian secara signifikan, dalam sekali proses tenunan dapat membuat puluhan meter Panjang kain yang bisa jadi beberapa lembar kain sarung.

b. Dimensi Lebar Kain: Tenun gedongan memiliki bentang kain terbatas (rata-rata 50–60 cm) mengikuti jangkauan tangan penenun, sehingga kerap membutuhkan proses jahit sambung. Sementara ATBM memungkinkan penenunan kain berlebar penuh (full-width, mencapai 110–120 cm) yang sangat pas dan fleksibel untuk industri busana modern maupun produk fesyen siap pakai (ready-to-wear).

c. Keseragaman dan Mutu Tekstil: Ketegangan benang pada ATBM diatur secara mekanis dan terukur, menghasilkan kerapatan serta ketebalan kain yang homogen, minim cacat, dan memenuhi standar spesifikasi pesanan seragam dalam jumlah massal.


d. Keterbatasan ATBM : Meskipun begitu hasil produk tenun gedongan masih lebih diminati karena kerapatannya lebih padat dan dapat membuat corak motif bunga yang lebih beragam.

Mengenal Komponen Vital ATBM
Selama pelatihan, peserta diperkenalkan dengan struktur mekanis ATBM yang terdiri atas beberapa elemen utama:

•Kerangka Alat: Struktur kayu kokoh sebagai penopang seluruh sistem kerja mekanis.

•Boom Lungsi (Warp Beam): Silinder di sisi belakang yang berfungsi menggulung dan menahan ratusan helai benang lungsi dengan tegangan merata.

•Boom Kain (Cloth Beam): Poros silinder di bagian depan untuk menggulung kain hasil tenun yang telah selesai.

•Gun (Heddles/Harness): Rangka berisi mata kawat tempat susupan benang lungsi yang bergerak naik-turun membuka celah mulut benang (shedding).

BACA JUGA:  Buka Turnamen Pickle Ball, Ketua KONI Sulbar Syamsul Samad: Geliatnya Luar Biasa

•Pedal Injakan (Treadles): Tuas kayu bagian bawah yang diinjak secara bergantian untuk menggerakkan gun secara mekanis.

•Sisir Tenun (Reed) & Rangka Sisir (Beater): Kisi logam untuk merapatkan benang pakan sekaligus penentu kerapatan kain.


•Teropong (Shuttle) & Palet: Wahana peluncur pembawa benang pakan melintasi jalur celah lungsi secara horizontal.

Alur Panjang dan Presisi Persiapan Tenun
Penguasaan ATBM menuntut kesabaran dan ketelitian tinggi melalui tahapan persiapan (weaving preparation) yang panjang sebelum kain dapat dianyam:

  1. Pengelosan (Winding): Menggulung ulang benang dari bentuk untaian mentah (hank) ke kelos-kelos kecil agar tidak kusut saat diproses.
  2. Penghanian (Warping): Menata helai benang lungsi pada alat hani sesuai panjang, kerapatan, dan pola kain yang direncanakan.
  3. Penggulungan pada Boom (Beaming): Menarik dan menggulung rapi lembaran benang lungsi ke dalam silinder boom belakang dengan ketegangan yang merata.
  4. Pencucukan (Drawing-in/Threading): Fase paling krusial dan memakan waktu, di mana helai demi helai benang dimasukkan satu per satu ke mata gun dan kisi-kisi sisir tenun sesuai rancangan anyaman.
  5. Pengikatan (Tying-in): Menautkan dan mengencangkan ujung benang lungsi ke poros boom kain di bagian depan alat.
  6. Penenunan (Weaving): Mengoperasikan alat melalui ritme harmonis antara injakan pedal kaki untuk membuka jalur benang, lemparan teropong pakan, dan tarikan sisir untuk memadatkan tenunan.

Urgensi Pelestarian Saqbe Mandar & Komitmen Rumah BUMN

Tenun sutra Mandar atau Saqbe Mandar bukan sekadar komoditas kain, melainkan mahakarya identitas budaya, simbol kehormatan, dan rekam jejak filosofis masyarakat Mandar yang diwariskan turun-temurun. Di era modern, pelestarian Saqbe Mandar menghadapi tantangan ganda: ancaman kepunahan akibat minimnya regenerasi penenun muda, serta tersisihnya produk lokal akibat lambatnya produksi dalam merespons pasar tekstil komersial.

Oleh karena itu, modernisasi alat melalui ATBM menjadi jembatan strategis. Inovasi ini tidak untuk menghilangkan kekhasan tenun gedongan yang bernilai tinggi sebagai heritage, melainkan memperluas diversifikasi produk wastra Mandar agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global, sekaligus membuka lapangan kerja baru yang menjanjikan bagi generasi muda di Desa.

BACA JUGA:  Persiapan Peringatan HUT RI, Pemkesra Laksanakan Rapat Evaluasi

Rumah BUMN Majene berkomitmen untuk terus berdiri di garis depan sebagai fasilitator dan katalisator pertumbuhan UMKM wastra lokal. Pendampingan tidak berhenti pada pelatihan teknis produksi, melainkan berlanjut pada penguatan tata kelola usaha, standardisasi mutu, branding, hingga pembukaan akses pasar dan permodalan. Melalui sinergi antara kearifan lokal, teknologi tepat guna, dan pembinaan berkelanjutan, Rumah BUMN Majene bertekad mengantarkan wastra Mandar naik kelas, berdaya saing, serta lestari melintasi zaman.

Fasilitas Gratis untuk Pengembangan UMKM
Untuk dapat mengakses kegiatan pendampingan dan pelatihan, Rumah BUMN Majene terus membuka pintu bagi para pelaku usaha di Majene untuk bergabung menjadi mitra binaan. Pihak pengelola menegaskan bahwa pendaftaran mitra bersifat gratis dengan berbagai fasilitas penunjang bisnis. Mitra yang bergabung akan mendapatkan akses ke berbagai fasilitas, antara lain pendampingan intensif UMKM, Basecamp Millennial, Co-working Space yang nyaman, pemenuhan administrasi perizinan dan sertifikasi nasional, akses ke permodalan serta bantuan promosi dan perluasan pasar seperti fasilitasi akases pameran.
Rumah BUMN Majene hadir sebagai hub atau pusat berkumpulnya ide dan kreativitas. Rumah BUMN mengajak seluruh UMKM di Majene untuk naik kelas bersama-sama. Bagi masyarakat atau pelaku UMKM yang ingin bergabung, dapat langsung mengunjungi Rumah BUMN Majene atau mengakses informasi terbaru dan menghubungi Fasilitator melalui akun media sosial.

Layanan Informasi Rumah BUMN Majene
Bagi masyarakat maupun pelaku UMKM yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kegiatan seperti pelatihan atau program pemberdayaan lainnya, dapat mengunjungi saluran informasi resmi Rumah BUMN Majene melalui:
Instagram & Facebook: @rumahbumnmajene
WhatsApp: 085397230117
Website Resmi: www.rumah_bumn.id

Komentar