Infobalanipa.com,Majene – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan pemberdayaan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bukit SOE, Desa Pamboborang, Kabupaten Majene, melalui pelatihan pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga secara lebih produktif dan ramah lingkungan.
Kegiatan tersebut melibatkan 25 anggota KWT Bukit SOE. Tim pelaksana terdiri atas Dr. Ir. Irma Susanti S., S.Pt., M.Si., IPM, Dahniar S.P., M.Si, Ryan Rahmat, Ummu Kalsum, Dirman, Sukri, Finiliana RR, dari Universitas Sulawesi Barat.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi tentang pengelolaan limbah organik rumah tangga, manfaat pupuk organik cair, serta penggunaan inokulan mikroba dalam proses fermentasi. Peserta juga mengikuti praktik langsung mulai dari pemilihan dan pencacahan limbah sayuran dan buah, pencampuran bahan dengan molases EM4 dan air, penambahan inokulan unggul, proses fermentasi, penyaringan, penyimpanan, hingga pengemasan produk.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta setelah mengikuti kegiatan. Pengetahuan peserta meningkat dari 5 persen menjadi 80 persen, keterampilan teknis pembuatan POC meningkat dari 5 persen menjadi 85 persen, sedangkan keinginan peserta untuk mengolah limbah organik rumah tangga meningkat dari 5 persen menjadi 80 persen.
Selain meningkatkan keterampilan peserta, kegiatan ini juga menghasilkan pengembangan identitas awal produk yang diberi nama “POC Bukit SOE”. Produk tersebut mulai diperkenalkan dengan kemasan dan label sebagai langkah awal pengembangan produk kelompok yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian maupun dikembangkan lebih lanjut pada skala rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memperkuat peran KWT Bukit SOE dalam pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga, mendukung praktik pertanian berkelanjutan, serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal melalui pendekatan ekonomi sirkular.







Komentar