INFOBALANIPA.COM, MAJENE – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), melaksanakan kegiatan bertajuk “Implementasi Teknologi Permen Pakan Berbasis Limbah Perikanan dan Hijauan Lokal sebagai Solusi Kemandirian Pakan di Wilayah Pesisir” di Laboratorium Lapang Peternakan Prodi Peternakan Unsulbar, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan ini diikuti 14 mahasiswa peserta Mata Kuliah MAPIA di Laboratorium Lapang Peternakan. Tim pelaksana terdiri atas dosen Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan dan Perikanan Unsulbar, yakni Andi Sukma Indah, S.Pt., M.Si. sebagai ketua dan Weny Dwi Ningtiyas, S.Pt., M.Si. sebagai anggota.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan sumber daya lokal sebagai bahan pakan alternatif. Limbah atau hasil samping perikanan serta hijauan lokal yang tersedia di sekitar dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan penyusun pakan, sehingga memiliki nilai guna yang lebih tinggi dan berpotensi mendukung kemandirian pakan ternak.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai pemanfaatan bahan pakan lokal dan dilibatkan secara langsung dalam praktik pembuatan permen pakan. Peserta mengikuti tahapan penyiapan bahan, pencampuran hingga homogen, pencetakan, serta pengeringan produk. Permen pakan merupakan pakan tambahan berbentuk padat yang dibuat dari kombinasi beberapa bahan pakan dan dapat dimanfaatkan untuk ternak ruminansia.
Ketua tim pengabdian, Andi Sukma Indah, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengenalkan teknologi pengolahan pakan, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk melihat potensi bahan-bahan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam usaha peternakan. Melalui praktik langsung, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan penerapannya di lapangan.
Pelibatan mahasiswa MAPIA dalam kegiatan pengabdian juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi terlibat langsung dalam proses pengolahan bahan hingga menghasilkan produk permen pakan. Pendekatan ini diharapkan dapat melatih kemampuan mahasiswa dalam bekerja sama, memecahkan masalah, dan mengembangkan inovasi sederhana di bidang pakan ternak. Melalui kegiatan tersebut, Laboratorium Lapang Peternakan diharapkan semakin optimal sebagai ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa. Teknologi permen pakan berbasis limbah perikanan dan hijauan lokal juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung penyediaan pakan ternak yang lebih mandiri dan berkelanjutan.







Komentar